Senin, 26 Oktober 2015

Jurnal Kimia dan Industri

Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan
Pada Pemanfaatan Hasil Purifikasi Biogas Memberikan Nilai Tambah
Pada IKM Tahu

A.    Latar Belakang
       Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif terbarukan yang bersumber dari proses penguraian biomasa. Biogas sudah mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980-an, tetapi pemanfaatannya baru mulai digunakan di awal tahun 1990 dalam skala kecil yang hanya untuk keperluan memasak. Biogas adalah gas yang sifatnya mudah terbakar dan berasal dari proses penguraian bahan organik secara an-aerob (tanpa udara) oleh bakteri / mikroorganisme dengan melalui beberapa tahapan proses.
       Limbah cair industri tahu mengandung senyawa organik cukup tinggi (BOD sekitar 5.000-6.000 mg/lt) dan bersifat biodegradable. Hal ini menjadi sumber penghasil biogas. Biogas dihasilkan dari proses pengolahan air limbah tahu yang diproses secara an-aerob. Energi biogas dapat menjadi sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk industri tahu itu sendiri.
       Penerapan Teknologi ramah lingkungan dalam upaya meningkatkan nilai tambah IKM tahu, dilakukan melalui proses purifikasi biogas. Teknologi Purifikasi Biogas dimaksudkan untuk menghilangkan gas-gas yang mengganggu proses pembakaran dan bahaya terhadap lingkungan seperti : uap air, Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemurnian methane (CH4) dalam biogas.
Pada awal penelitian dilakukan karakterisasi biogas, kemudian pembuatan prototype alat pemurnian.
       Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode adsorpsi bertingkat. Adsorben yang digunakan adalah karbon aktif, baik pada tanki I maupun pada tanki II. Variabel yang diamati adalah waktu kontak dan jenis adsorben.
       Hasil penelitian menunjukkan karakteristik awal kandungan methane dalam biogas sebesar 56,89 % dari 25.920 liter biogas yang terbentuk dan mengalami peningkatan kemurnian sebesar 17,16% setelah melalui proses purifikasi. Penggunaan adsorben terbaik adalah karbon aktif – karbon aktif dengan berat total 6 kg, kecepatan alir biogas 25 lt/menit dan waktu kontak 170 menit. Kondisi ini belum mencapai batas titik jenuh (isotherm adsorpsi Freundlich). Peningkatan kemurnian methane (CH4) 17,16% sebagai bentuk penerapan teknologi ramah lingkungan, yang memberikan manfaat secara ekonomi, mempunyai nilai tambah pada pengusaha tahu. Apabila dikonversi ke dalam harga elpiji, akan menghasilkan pendapatan bersih perbulan sebesar. Rp. 349.362,45 yang artinya IKM tahu mendapat manfaat penghematan biaya produksi tahu.
B.     Hasil Penelitian
1.      Karakteristik Awal Kandungan Biogas
     Uji karakteristik dasar terhadap kandungan gas – gas yang terdapat dalam biogas dilakukan untuk melihat gas-gas tersebut secara kuantitatif. Analisa ini dilakukan sebelum dilakukan uji coba. Hasil analisa dasar karakteristik awal pada tabel 1.
Tabel 1. Karakteristik Awal Kandungan gas –gas dalam Biogas
No.
Parameter
Konsentrasi
(dalam ppm)
Komposisi
(dalam %)
1.
Methane (CH
18850-19999
53,45-56,89
2.
Karbon Dioksida (CO
11300-11780
31,48-34,10
3.
Hidrogen Sulfida (HS
2000-4000
6,04-10,69
4.
Amonia (NH
0,483-1,207
0,001-0,003
5.
Karbon Monoksida (CO)
1-1,04
0,0027-0,0030
6.
Kadar Air
720-1260
2,17-3,37
7.
Kandungan Gas Impurities Lainnya
265-374
0,80-1,00
Sumber : Data Analisis Penelitian BBTPPI, 2010
2.      Hasil Uji Coba Proses Purifikasi dengan Adsorben Karbon Aktif
     Uji coba ini dilakukan dengan variabel bebas (independent variables), sebagai berikut :
·         Sumber biogas : dari pengolahan an-aerob air buangan tahu, dengan debit air buangan tahu 60 m3/hari.
·         Flow rate biogas masuk sistem : 25 liter/ menit.
·         Tekanan gas dalam digester : 100 cmH2O.
·         Unit peralatan untuk proses purifikasi biogas dengan sistem adsorpsi bertingkat.
·         Berat adsorben : untuk setiap unit adsorber masing – masing 3 kg.
     Variabel terikat (dependent variables), adalah :
·         Jenis adsorben : Karbon Aktif.
·         Waktu kontak / waktu alir gas masuk purifier : 10, 30, 50, 70, 90, 110, 130, 150, 170 menit
·         Parameter yang dianalisis : H2S, NH3, CO2, Methane (CH4) dan H2O (uap air).
       Pada ujicoba proses purifikasi biogas, karbon aktif dimasukkan pada setiap unit adsorber @ 3kg, biogas dialirkan masuk pada sistem dengan kecepatan 25 liter/menit, tekanan 100 cmH2O. Hasil reduksi impurities gas Hidrogen Sulfida (H2S), Amonia (NH3) dan Karbon Dioksida (CO2) pada berbagai variasi waktu disajikan pada tabel 2, 3 dan 4 serta hasil kenaikan konsentrasi CH4 setelah proses purifikasi pada tabel 5.
Tabel 2. Hasil reduksi H2S dengan Adsorben Karbon aktif –Karbon Aktif
No.
Waktu (Menit)
Konsentrasi H2S (ppm)
H2S Teradrsorpsi
Efisiensi Reduksi (%)
Output
Input
1.
10
6
4000
3994
99,85
2.
30
7
4000
3993
99,83
3.
50
7
4000
3993
99,83
4.
70
3
4000
3997
99,93
5.
90
4
4000
3996
99,90
6.
110
5
4000
3995
99,88
7.
130
1
4000
3999
99,98
8.
150
1
4000
3999
99,98
9.
170
1
4000
3999
99,98





Tabel 3. Hasil reduksi NH3 dengan Adsorben Karbon aktif –Karbon Aktif
No.
Waktu (Menit)
Konsentrasi NH3 (ppm)
NH3 Teradrsorpsi
Efisiensi Reduksi (%)
Output
Input
1.
10
0,065
0,483
0,418
86,54
2.
30
0,081
0,483
0,402
83,23
3.
50
0,081
0,483
0,402
83,23
4.
70
0,096
0,483
0,387
80,12
5.
90
0,099
0,483
0,384
79,50
6.
110
0,103
0,483
0,380
78,67
7.
130
0,106
0,483
0,377
78,05
8.
150
0,111
0,483
0,372
77,02
9.
170
0,112
0,483
0,371
76,81

Tabel 4. Hasil reduksi CO2 dengan adsorben Karbon aktif –Karbon Aktif
No.
Waktu (Menit)
Konsentrasi CO2 (ppm)
CO2 Teradrsorpsi
Efisiensi Reduksi (%)
Output
Input
1.
10
10300
11740
1710
14,57
2.
30
9390
11740
2350
20,02
3.
50
9300
11740
2440
20,78
4.
70
8780
11740
2960
24,21
5.
90
8560
11740
3180
27,09
6.
110
8330
11740
3410
29,05
7.
130
7910
11740
3830
32,62
8.
150
6900
11740
4840
41,23
9.
170
5490
11740
6250
53,24


Tabel 5. Kenaikan konsentrasi CH4 setelah proses purifikasi dengan Adsorben Karbon aktif –Karbon Aktif
No.
Waktu (Menit)
Konsentrasi CH4 (ppm)
CH4 Teradrsorpsi
Efisiensi Reduksi (%)
Output
Input
1.
10
6
1999
20021
0,11
2.
30
7
1999
20086
0,44
3.
50
7
1999
20112
0,57
4.
70
3
1999
20430
2,16
5.
90
4
1999
21001
5,01
6.
110
5
1999
21021
5,11
7.
130
1
1999
22019
10,10
8.
150
1
1999
22987
14,94
9.
170
1
1999
23430
17,16
Sumber : Data Analisis Penelitian BBTPPI, 2010

       Pada tabel 2, 3 dan 4 menunjukkan besarnya effisiensi reduksi gas-gas impurities dari H2S, NH3 dan CO2. Untuk gas H2S effisiensi reduksi tertinggi pada waktu kontak 130 menit, dicapai effisiensi reduksi 99,98%, untuk gas NH3 effisiensi reduksi tertinggi pada waktu kontak 10 menit, dicapai efisiensi reduksi 86,54% sedangkan untuk gas CO2 efisiensi reduksi tertinggi pada waktu kontak 170 menit, dicapai effisiensi 53,24%. Untuk efisiensi reduksi CO2 kemungkinan masih dapat naik seiring dengan lamanya waktu kontak.
       Pada tabel 5 menunjukkan kisaran kenaikan methane makin lama makin meningkat sesuai dengan lama waktu kontak. Dengan waktu alir hanya sampai 0 sampai 170 menit, hal ini menunjukkan bahwa titik jenuh karbon aktif belum tercapai (Breakthrough point pada isoterm adsorpsi Freundlich belum tercapai). Dengan berkurangnya kadar gas impuri ties yang terkandung dalam biogas, hal ini akan meningkatkan kadar methane (CH4) dalam komponen gas hasil pemurnian yang dikeluarkan dari sistem prototype alat, seperti disajikan pada tabel 2. Efisiensi peningkatan kemurnian methane meningkat berkisar 22 ppm – 3431 ppm atau 0,11% - 17,16%, sesuai dengan berubahnya variabel waktu alir biogas masuk sistem. Hal ini akan meningkatkan nilai kalori dari biogas.

C.    Peluang Penelitian Selanjutnya
       Perlu segera ditindaklanjuti untuk membuat sistem purifikasi methane skala pilot plan untuk memaksimalkan proses purifikasi dengan skala lebih besar, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengrajin tahu yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

-       Arsana, I.M.Y., Pemanfaatan Biogas sebagai Energi Alternatif, 11 Juli 2005, diakses 5 Juli 2010, <http://www.balipost.co.id/ balipostcetak/2005/7/11/op2.htm>
-       Fadli, A., Model Kesetimbangan Adsorpsi Zn+2 dengan Kaolin, Jurnal Terakreditasi SK NO. : 49/DIKTI/Kep/2003 “Reaktor”,, ISSN 0852-0798, Volume 8 Nomer 2 Desember 2004,Jurusan T.Kimia,Fak.Teknik, UNDIP, 2004.
-       Hambali, E., Mujdalifah, S., Halomoan, A., Tambunan, Pattiwiri, A.,W., Hendroko, R., Teknologi Bioenergi, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta, 2008.
-       Harihastuti, N., Sari, I.R.J, Aplikasi Teknologi Adsorpsi Untuk Purifikasi Gas Methane (CH4) dari Biogas yang dihasilkan pada Proses Pengolahan Air Limbah Industri Tahu Sistem Anaerob, Hasil Litbang BBTPPI Semarang, 2010, unpublished.
-       Kohl, A. And Richard, N., Gas Purification, 5th Edition, Gulf Publishing Company, Texas, 1997.

-       Polprasert, C. , Organic Waste Recycl ing Technology and Management, Edition, IWA Pubslishing, London, 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar