Sabtu, 24 Oktober 2015

Artikel Tentang Korosi



  1. Pengertian Korosi
           Korosi sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Korosi atau yang sering disebut juga dengan karatan. Korosi pada umumnya terjadi pada benda-benda logam, salah satunya seperti besi. Korosi adalah reaksi antara logam dengan zat-zat disekitarnya misalnya udara dan air sehingga menimbulkan senyawa baru. Dalam perkaratan senyawa baru yang dimaksud ialah zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O
    Contoh korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat :
    4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O(l) → 2Fe2O3.nH2O(s)
    Fe(s) + CO2 (g) + H2O(l) → Fe2CO3 (s) + H2 (g)
     
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj-1-xSzWlCmESla-IbqRk1f6m9kea3eJIxpjybs0-t24qGT3i-9aScOAtKV9bXtr-vBcPmwcRumURhLVhh241STzSKBYpBEXdeFJNKWLhXTSPHE7-k-hTBO8FL753IjvO89Y6pN-skSIi/s1600/korosi.jpg
     
  2. Penyebab Terjadinya Korosi
           Korosi terjadi disebabkan karena adanya reaksi antara logam dan zat-zat disekitarnya. Pada karatan, karatan bisa terjadi karena udara yang lembab (oksigen dan air) bereaksi terhadap besi sehingga muncul zat baru yaitu zat padat berwarna coklat kemerahan.
           Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik. Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi.
  3. Pencegahan Korosi
           Korosi dapat menimbulkan kerugian karena dapat mengurangi umur barang-barang yang terbuat dari besi. Proses korosi memerlukan oksigen dan air oleh sebab itu maka prinsip untuk mencegah terjadinya korosi yaitu dengan menghindari kontak dengan salah satu oksigen atau air.
           Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah / memperlambat korosi :


  1. Mengecat
         Cat dapat menghindarkan kontak langsung antara besi dan udara lembab sehingga dapat memperlambat korosi. Cara ini biasa dilakukan pada pintu, pagar, pipa besi, dan lain-lain.
  2. Melumuri dengan oli
         Melumuri dengan oli dapat mencegah kontak langsung dengan air dan udara lembab. Cara ini biasa dilakukan pada mesin.
  3. Dibalut dengan plastic
         Cara ini biasa digunakan misalnya pada rak piring dan keranjang sepeda.
  4. Tin Plating
         Tin plating adalah pelapisan dengan timah. Cara ini dilakukan biasanya pada kaleng kemasan karena timah merupakan logam yang anti karat.
  5. Galvanisai
         Galvanisasi adalah pelapisan dengan zink. Cara ini dilakukan karena zink juga merupakan logam anti karat. Contohnya pada : tiang listrik atau tiang telepon, papa air, dan pagar.
  6. Cromium Plating
         Cromium Plating adalah pelapisan dengan menggunakan kromium. Sama seperti zink, kromium dapat memberikan perlindungan terhadap korosi meskipun lapisan kromium ada yang rusak. Cara ini biasa dilakukan pada sepeda dan bumper mobil.
     
     


Daftar Pustaka :




 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar