Sabtu, 24 Oktober 2015

Rumus dan Persamaan Kimia



 


  1. Persamaan Kimia
          Dalam ilmu kimia, persamaan reaksi atau persamaan kimia adalah penulisan simbolis dari sebuah reaksi kimia. Rumus kimia pereaksi ditulis di sebelah kiri persamaan dan rumus kimia produk dituliskan di sebelah kanan. Persamaan reaksi yang pertama kali dibuat oleh ahli iatrokimia Jean Beguin pada 1615.
          Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang berbeda-beda. Simbol → digunakan untuk reaksi searah, ⇆ untuk reaksi dua arah, dan ⇌ untuk reaksi kesetimbangan.
          Seringkali pada suatu persamaan reaksi, wujud zat yang bereaksi dituliskan dalam singkatan di sebelah kanan rumus kimia zat tersebut. Huruf s melambangkan padatan, l melambangkan cairan, g melambangkan gas, dan aq melambangkan larutan dalam air. Misalnya, reaksi padatan kalium (K) dengan air (2H2O) menghasilkan larutan kalium hidroksida (KOH) dan gas hidrogen (H2), dituliskan sebagai berikut :
    2K (s) + 2H2O (l) → 2KOH (aq) + H2 (g)
          Suatu persamaan disebut setara jika jumlah suatu unsur pada sebelah kiri persamaan sama dengan jumlah unsur tersebut di sebelah kanan, dan dalam reaksi ionik, jumlah total muatan harus setara juga.
  2. Menyetarakan Persamaan Kimia
          Tinjau reaksi antara logam natrium dan gas klorin. Berdasarkan percobaan, dalam reaksi tersebut dihasilkan natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Bagaimana persamaan reaksinya?
          Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia, yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara, baik jumlah zat maupun muatannya. Sebelum menuliskan persamaan reaksi yang benar, tuliskan dulu persamaan kerangkanya. Persamaan kerangka untuk reaksi ini adalah
    Na + Cl2 → NaCl
          Apakah persamaan sudah setara jumlah atomnya? Persamaan tersebut belum setara sebab pada hasil reaksi ada satu atom klorin, sedangkan pada pereaksi ada dua atom klorin dalam bentuk molekul Cl2. Untuk menyetarakan persamaan reaksi, bagaimanakah cara yang benar?
          Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan menambahkan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Jadi, cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :


  1. Oleh karena ada dua atom Cl yang bereaksi maka bubuhkan angka 2 di depan NaCl. Persamaan kerangka menjadi :
    Na + Cl2 → 2NaCl
  2. Jumlah atom Cl di sebelah kiri dan kanan persamaan sudah setara (ruas kiri dan kanan mengandung 2 atom Cl).
  3. Di ruas kanan jumlah atom Na menjadi 2, sedangkan ruas kiri hanya 1 atom. Untuk menyetarakannya, tambahkan angka 2 di depan lambang unsur Na sehingga persamaan menjadi:
    2Na + Cl2 → 2NaCl


     Dengan cara seperti itu, jumlah atom di ruas kiri sama dengan di ruas kanan. Dengan demikian, persamaan reaksi sudah setara.


  1. Contoh Soal


  1. Alumunium bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk larutan Alumunium sulfat dan gas hydrogen


  1. Langkah 1  : Menuliskan persamaan kata-kata
    Alumunium + larutan asam sulfat  menghasilkan larutan alumunium sulfat + Gas hydrogen
  2. langkah 2   : Menuliskan persamaan rumus
    Al (s) + H2SO4 (aq)    —> Al2 (SO4)3 (aq) + H2 (g)
  3. Langkah 3  : Penyetaraan
    2Al (s) + 3H2SO4 (aq)   —> Al2 (SO4) 3 (aq) + 3H2 (g)


 


 


  1. Al (s) + HCl2 (aq)   —> AlCl3 (g) + H2 (g)


  1. Menetapkan koefisien Al2Cl3 = 1, sedangkan zat lainnya dengan koefisien sementara.
    aAl (s) + bHCl2 (aq)   —> 1AlCl3 (g) +  cH2 (g)
  2. Menyetarakan atom Al dan Cl (atom yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1)
    Al  ruas kiri = a; ruas kanan = 1: berarti a = 1
    Cl  ruas kiri = b, ruas kanan = 3: berarti b = 3
    1Al (s) + 3HCl (aq)   —> 1AlCl3 (g) +  cH2 (g)
  3. Menyetarakan unsure lain (H):
    Atom H ruas kiri = 3; ruas kanan = 2C = 3, C = 1,5
    1Al (s) + 3HCl (aq)   —> 1AlCl3 (g) +  1,5H2 (g)
  4. Untuk membulatkan pecahan, semua koefisien dikali 2
    2Al (s) + 6HCl (aq)   —> 2AlCl3 (g) +  3H2 (g)


 


 


 


 


 


 


  1. Tata Nama Senyawa Kimia
          Penamaan senyawa diatur oleh IUPAC berdasarkan hasil kesepakatan para ilmuwan sedunia, bertujuan agar nama senyawa di seluruh negara sama.Terdapat dua kelompok besar senyawa, yaitu senyawa anorganik dan senyawa organik.


  1. Tata Nama Senyawa Anorganik
          Senyawa anorganik adalah golongan senyawa yang tersusun dari unsur-unsur yang tidak mengandung atom karbon organik. Umumnya senyawa anorganik relatif sederhana dan dikelompokkan ke dalam senyawa biner dan senyawa poliatom.


  1. Tata Nama Senyawa Biner
          Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. Contoh:
          Senyawa KCl tersusun dari unsur kalium dan klorin, namanya adalah kalium klorida. Senyawa Na2O tersusun dari unsur natrium dan oksigen, namanya adalah natrium oksida.
          Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, seperti NO, NO2, dan N2O4  penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. Untuk kasus ini, nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu), di-(dua), tri-(tiga), atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. Contoh :
    NO = nitrogen monoksida
    NO2 = nitrogen dioksida
    N2O4 = dinitrogen tetraoksida atau nitrogen tetraoksida
  2. Tata Nama Senyawa Poliatom
          Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom, seperti Ca(ClO)2 atau kaporit, NaCO3 (soda kue), dan H2SO4 (asam sulfat). Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah atom oksigen yang dikandungnya. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at, sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it. Contoh :
    Na2SO4 (natrium sulfat), Na2SO3 (natrium sulfit), KClO3 (kalium klorat), KClO2 (kalium klorit).
          Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. Untuk itu, senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-, sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. Contoh :
    KClO4 dinamakan kalium perklorat
    KClO3 dinamakan kalium klorat
    KClO2 dinamakan kalium klorit
    KClO dinamakan kalium hipoklorit
  3. Tata Nama Senyawa Organik
          Senyawa organik adalah senyawa yang mengandung atom karbon, kecuali CO, CO2, CN, dan ion CO3 2– tergolong senyawa anorganik. Senyawa organik diklasifikasikan ke dalam senyawa hidrokarbon dan turunan hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang hanya terdiri atas atom karbon dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon digolongkan ke dalam alkana, alkena, dan alkuna. Catatan :
          Dalam senyawa organik, atom karbon dapat mengikat atom karbon yang lain membentuk rantai sangat panjang atau bercabang, seperti:
    CH3 = CH2 = CH2 = CH2 = CH2 = CH3
    Atau
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjglD3WIj2ySfp5pT8bhK8OcHfuneHRqNAu8MZX80U023abRBQ0AN0HQAx3zmFExAGFuipAoltQC9Qp569IT0zLW4GAIAY1o7ViTCr4u8ueNd9ZnawBGWaKecC-9S2_VRG8-YIjVTfUelwN/s1600/1.jpg
          Alkana adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen tunggal di antara atom-atom karbonnya. Alkena mengandung ikatan kovalen rangkap dua karbon-karbon, sedangkan alkuna mengandung ikatan kovalen rangkap tiga karbon-karbon (perhatikan Gambar 1).
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxZ4_9xs1DOVzGUmnLK6PX_CfwENqpXj3UAZXQ9_KBmO8SEuwyfw3_lqGfJ5ghfwp3HK9Qpj6HjdmIlyQL3AUky_oACwJo9vkXqCsGNdNNcaq48kyqEG8vePKIl44M3yWXe1nNySd1wyJC/s1600/2.jpg
    Gambar 1. Struktur molekul senyawa hidrokarbon: alkana, alkena, dan alkuna.


 


 


  1. Tata Nama Alkana
          Senyawa alkana paling sederhana adalah metana (CH4), etana (C2H6), propana (C3H8), dan butana (C4H10). Keempat nama senyawa ini sudah dikenal umum (trivial). Senyawa alkana lain dengan jumlah atom karbon lebih tinggi dari keempat alkana itu diberi nama berdasarkan aturan IUPAC dengan menambahkan akhiran -ana. Contoh :
    C5H12 dinamakan pentana (penta: lima)
    C6H12 dinamakan heksana (heksa: enam)
    C7H14 dinamakan heptana (hepta: tujuh)
     
  2. Tata Nama Alkena dan Alkuna
          Tata nama senyawa golongan alkena sama seperti pada alkana, hanya akhiran -ana diganti dengan -ena. Contoh :
    C2H4 dinamakan etena
    C3H6 dinamakan propena
          Tata nama senyawa golongan alkuna juga tidak berbeda dengan alkana atau alkena, tetapi akhirannya menjadi -una. Contoh :
    C2H2 dinamakan etuna
    C3H4 dinamakan propuna
          Untuk tata nama senyawa yang mengandung atom karbon lebih banyak seperti alkena dan alkuna, perlu diketahui posisi ikatan rangkapnya. Posisi ikatan rangkap dalam alkena dan alkuna adalah pada atom karbon dengan nomor urut terkecil. Contoh :
    CH3=CH–CH2–CH2–CH3 dinamakan 1-pentena
    CH3–CH2–CH=CH–CH2–CH3 dinamakan 3-heksena
    CH≡ C–CH2–CH2–CH2–CH3 dinamakan 1-heksuna
    CH3–C ≡ C–CH2–CH2–CH2–CH3 dinamakan 2-heptuna


  1. Rumus Kimia
          Rumus kimia didefinisikan sebagai rumus suatu zat yang menggunakan lambang dan jumlah atom-atom unsur penyusun senyawa. Dalam rumus kimia, bilangan yang menyatakan jumlah unsur ditulis dalam bentuk indeks bawah (tikalas) setelah lambang unsurnya.


  1. Rumus Empiris
          Rumus Empiris adalah rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom- atom yang meyusun senyawa.
     
     
  2. Rumus Molekul
          Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jumlah dan jenis atom- atom unsur yang menyusun satu molekul senyawa.
  3. Masa Molekul Relatif
          Apa yang dimaksud dengan massa molekul relatif? Massa molekul relatif ditentukan di laboratorium dengan berbagai metode atau dapat juga dihitung dari massa atom relatif jika jumlah dan jenis unsurnya diketahui. Massa molekul relatif disingkat dengan Mr.


  1. Contoh Soal


  1. Suatu senyawa organik tersusun dari 40 % karbon, 6,6 % hidrogen, dan sisanya oksigen. (Ar C= 12, H=1, O= 16). Jika mr = 90. Tentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut!
    Jawab:
    C= 40 %, H= 6,6 %, O          = 100 – (40+6,6) = 53,4 %
    Mol C : mol H : mol O           = 40 / 12 : 6,6 / 1 : 53,4 / 16
                                                   = 3,3 : 6,6 : 3,3
                                                   = 1 : 2 : 1
    Jadi, rumus empirisnya adalah CH2O
    (CH2O)n = 90
    ( 1 .Ar C + 2. Ar H + 1. Ar O)n = 90
    ( 1. 12 + 2. 1 + 1. 16)n = 90
    30n = 90
    n = 3
    Jadi rumus molekulnya = C3H6O3

1 komentar:

  1. Casino de Resorts, Inc. - KTNV
    Casino de Resorts, Inc. ("Company"), a Las 고양 출장마사지 Vegas company, develops, owns, 수원 출장마사지 owns 통영 출장샵 and manages, 의정부 출장안마 distributes, operates, and operates in, 제주 출장샵 and provides entertainment,

    BalasHapus